Hallo sobat! Waaah sudah lama sekali tidak menulis dan berbagi cerita ku pada kalian. Oke pada kesempatan ini, aku akan berbagi cerita ku yang tak kalah menariknya dengan cerita-cerita yang telah aku buat sebelumnya loh :)
Tak terasa waktu bergulir begitu cepatnya, kini aku telah duduk di semester 7. Dan apa kalian tau artinya? Semester 7 berarti seorang mahasiswa/i sudah menyandang status "Mahasiswa Tingkat Akhir". Status inilah yang membuat kami para mahasiswa tak sanggup menahan kengerian di wajah kami. Kenapa? Karena status itu mengingatkan pada kami, bahwa sebentar lagi kami akan bertemu dengan tantangan terbesar kami, yaitu Skripsi. Skripsi ooh skripsi..
Kembali pada topik - yaaa berhubung aku sudah masuh kuliah tingkat akhir. Alangkah baiknya aku menuangkan kesan-kesan manisku selama 7 semester mengenyam pendidikan di universitas dan jurusan tercinta. Begitu banyak kenangan manis maupun pahit, suka cita bersama yang telah dilalui selama 7 semester ini. Tapi sayangnya, karena begitu banyaknya pengalaman-pengalaman indahku, kali ini akan membatasi cerita pada "Mata Kuliah Terfavorit".
Saat ditanyakan "Apa mata kuliah yang paling kamu sukai?"
Aku akan menjawab, "Psikologi Perkembangan dan Studi Ilmu Agama".
Biasanya imbuhan "ter" berarti menunjuk 1 yang paling diantara lainnya, tapi pengecualian bagi ku jika pertanyaan ini yang diajukan. hehehe. Karena kedua nya sama-sama menarik dan sangat menginspirasi ku sampai saat ini ^^
Psikologi perkembangan, ada 2 hal yang membuat psikoper - begitu sebutannya - masuk dalam mata kuliah favoritku. Pertama, materinya. Kedua, dosennya. hahaha. Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi yang mempelajari proses perkembangan individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku (J.P. Chaplin : 1979).
Belajar psikoper, kita bisa memngetahu proses perkembangan manusia mulai dari proses reproduksi nya hingga dia lahir, tumbuh, tua, dan kemudian mati. Setelah belajar psikoper, aku juga lebih mengerti seseorang, dari segi psikologis dan emosional. Kita bisa mengetahui karakter seseorang dan menambah pengetahuan kita agar bisa semakin menempatkan diri saat berinteraksi dengan masyarakat. Apalagi kita sebagai calon guru, harus bisa mengerti karakter siswa-siswa nya. Masing-masing siswa tentu berbeda karakternya. Psikoper sungguh memberikan solusi dan membantu calon guru seperti aku -amin- agar siap menghadapi anak-anak dengan karakter yang berbeda. Alhamdulillah, dosen yang mengajarkan psikoper juga sangaaaaat menyenangkan. Cara beliau menjelaskan dan membawakan materi mudah dicerna dan dimengerti. Memang, beliau sangat sangat berjiwa muda, tidak kaku, modern dan sangat mengerti kemampuan mahasiswa. Eitsss, nama dosen dirahasiakan, takut pada minta tanda tangan *piis bu*.
Studi Ilmu Agama, mata kuliah yang paling menyenangkan sepanjang perkuliahan *yeaaaah*. Jika mata kuliah lain nya harus duduk manis di kelas mendengarkan dosen menjelaskan materi, lain hal nya dengan mata kuliah satu ini. Pada mata kuliah ini kita observasi ke tempat ibadah agama yang ada di Indonesia. Menarik kan....
Dosen membagi kami ke beberapa kelompok kecil. Satu kelompok terdiri dari 5-6 orang. Kemudian kami diperintahkan untuk observasi ke tempat ibadah yang dituju. Kebetulan kelompok saya sangat metal dan orang-orang nya suka jalan-jalan. hehe. Jadi mungkin kami kelompok paling bersemangat. Kami pergi ke gereja mewawancarai pendeta nya, kami ke pura, wihara, klenteng, dan observasi ke mesjid dalah satu aliran dalam Islam paling "terkontroversial". Awalnya, banyak sekali keraguan yang kami dapatkan sebelum pergi kesana. Yaa kalian semua tau, jika berbicara agama pasti menyinggung hal yang amat sangat sensitif di negeri ini. Tapi setelah kami observasi, ternyata kami disambut dengan baik dan terbuka. Tak ada cercaan, makian, apalagi kekerasan. Sungguh indah indonesiaku..
Pengalaman yang sangat tak terlupakan, gadis memakai kerudung tapi sudah "menginjakkan kaki" di gereja, vihara, kelenteng, pura, dsb. Ternyata, mata kuliah ini mengajarkan pada kita bahwa sebenarnya, setiap agama mengajarkan kebaikan. Adapun orang-orang yang melakukan kejahatan dan mengatasnamakan agama, hal itu harus kita kritisi. Karena setiap agama mengajarkan kebaikan bukan kejahatan dan menuju pada Sang Maha Kuasa.
Sekian dulu ya cerita ku, terima kasih sudah membaca. Semoga tulisann ini bisa memberi manfaat pada kalian yaaa sobat. Ayo share cerita mu, apa mata kuliah terfavoritmu?
Tunggu ceritaku selanjutnya yaaa :) :)
| Gereja Bala Keselamatan |
| Pura Adhitya, Rawamangun |
No comments:
Post a Comment