Selamat pagiiii. Semangat yaaaa masih pagi loh masa udah lesu? Mumpung suami dan anak masih tidur jadi aku bisa sempetin nulis sedikit hihi.
You know guys? Aku orang yg paling ga betah banget diem. Setelah menikah aku merasa so boreeeeed. Very bored. Tadinya aku kerja di salah satu bank swasta ternama d indonesia B*A. Tapi setelah menikah krn beberapa hal aku memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Jam kerja aku dan suami terbilang bertabrakan. Jadi kalo aku tetep maksa buat kerja, aku dan suami hanya bisa bertemu di hari minggu aja. Duh ga mungkin kan aku ga ngurus suamiku. Yaudah jadilah aku ibu rumah tangga tok.
Sehari, seminggu dan sebulan diem dirumah. Ga ada kegiatan apapun selain beres2 rumah, tidur, makan dan nunggu suami pulang kerja. Itu aja rasanya bete bukan kepalang. Maklum wanita karir supersibuk banting stir jadi ibu RT yg super santai jd ga nyaman aja. Kabar bahagia pun datang. Kami akan segera dapet momongan anak pertama. Wah luar biasa senengnya. Kami menyambut kehamilan anak pertama kami dgn bahagia.
Tapi entah kenapa, kehamilanku tak menghilangkan rasa jenuhku diem dirumah. Suatu hari aku belanja online via instagram. Waktu itu aku beli hijab. Harganya murah dan bahannya bagus. Seakan otakku berbunyi "cling"! Aku ingin berjualan hijab via online. Kenapa tidak sempat terpikir olehku dari kemarin. Aku bisa tetap beraktifitas walau dirumah. Aku ga akan hanya duduk berpangku tangan, menunggu awal bulan untuk dapet jatah dari suami. Aku bisa menghasilkan uangku sendiri lewat jualan.
Jualan sepertinya sudah menjadi hobiku dan sudah mengakar di dalam keluargaku (akan aku share di post berikutnya). Akhirnya aku mengutarakan kenginanku pada suami. Awalnya dia menolak, takut aku cape katanya. Tapi aku mencoba meyakinkan dia dan akhirnya berhasil. Aku mulai searching di gugel apa saja mode hijab yg sedang hitz di tahun lalu. Debut olshop ku saat itu dimulai ditahun 2015.
Awalnya aku tidak berani mengambil resiko. Aku memilih untuk menjadi reseller di olshop tempatku membeli hijab kemarin. Aku tanya rules untuk menjadi reseller. Caranya cukup mudah. Hanya memenuhi minimal pembelian 8pcs dan aku akan mendapat potongan seharga 2000/pcs dari harga normal. Sedikit sih tapi tak apalah.
Disaat olshop itu mengeluarkan hijab model terbaru, aku langsung mengupload model hijab di instagram olshop ku juga. Waktu itu followernya baru puluhan itupun temen temen yg kenal aja hehe. Aku juga membuat grup bbm. Seminggu berjalan hanya ada sekedar tanya tanya dari pembeli sepertinya mereka masih ragu. Aku pasang harga 40ribu/hijab.
Setiap hari aku coba pendekatan kepada teman teman terdekatku dan meyakinkan mereka akan produk hijabku yg bagus dan sesuai dengan harga. Akhirnya satu per satu pembeli berdatangan. Dalam waktu 2 minggu penjualan hijabku hanya 10 pcs hijab.
Dan ada kejadian dimana hijab yg aku ambil ternyata cacat. Dan baru ketauan cacat saat si pembeli komplein. Wah baru pertama udah beri kesan yg ga baik membuatku jadi super panik. Salahku juga sih tidak teliti saat menerima barang dari supplier. Aku tidak sempet memeriksa, setiap hijab yg aku pesan diantar, aku langsung kirim ke pembeli. Akhirnya aku minta maaf dan berjanji akan mengganti hijabnya.
Aku komplein ke supplier. Aku bilang hijab ada yg cacat dan aku ingin menukar dgn hijab yg sama. But you know guys? Mereka bilang tidak bisa dituker krn itu juga bukan kesalahan mereka. Bahan cacat itu mereka dapet dari garmen. Jadi mereka ga bertanggung jawab. Loh gimana ini? Baru mulai udah rugi, udah dpt komplein. Aku langsung komplein ke ownernya. Awalnya itu owner juga ga ngasih nuker, dia bilang cuma bisa refund uang. Itupun setengah dr harga beli. Aku bersikeras untuk tuker barang dengan barang yg sama. Akhirnya diperbolehkan setelah perdebatan yg panjang. Sialnya model hijab yg sama itu sudah sold dan ga restock. Akhirnya aku ganti dgn yg model lain. Dan aku mengganti hijab cacat itu dengan mode hijab yang lain dan aku beri diskon ke customer itu sebagai permohonan maaf. Kasus pun selesai.
Sempet down sih ternyata jualan online itu ga segampang yg dibayangin. Nerima komplein dari customer. Terus bisa dapet follower ribuan dan miliaran juga ga gampang. Tapi suami selalu menyemangati aku.
Aku pun terus melancarkan strategi marketing hingga seminggu bisa menjual 15pcs hijab. Kemajuan yg bagus walaupun belum terbilang besar. Tapi setidaknya aktifitas ini menghilangkan rasa jenuhku dirumah.
Awalnya olshop yg aku buat bernama ICONIC HIJAB. Tetapi setelah dievaluasi aku mengganti nama menjadi QISTI SCARF. Nama dari keluarga besarku. Bagaimana kelanjutan kisah qisti scarf? Apa masih eksis sampai sekarang? Tunggu postingan aku berikutnya ya 😊
No comments:
Post a Comment