Mountain View International School didirikan oleh sepasang suami istri berkebangsaan Amerika. Karen dan suami nya ( maaf saya lupa namanya ) yang mendirikan sekolah tersebut. Megah, asri, mewah dan american school stylist itulah kesan yang didapat saat kami berkunjung.
Bukan hanya proses pembelajarannya, ternyata Mountain View juga memiliki kurikulum tersendiri yang membedakan dengan kurikulum Indonesia. Mountain View mengadopsi american curiculum yang sangat berbeda jauh dengan kurikulum di Indonesia. Metode dan strategi nya pun sangat berbeda. Jika di Indonesia metode menghafal sangat dikedepankan dan ditekankan, maka di Mountain View model berpikir kritis dan kreatif lebih ditekankan (critical thinking).
Karen mengatakan, “kebanyakan kurikulum Indonesia, hafal, hafal,hafal. Kalau disini harus tahu topik nya, harus tahu subjeknya nanti diberi waktu untuk berpikir, kenapa bisa seperti ini atau kenapa bisa seperti itu. Anak juga harus kreatif dan menemukan sesuatu. Jika hanya memorize anak sulit untuk berpikir out of the box.”
Jadi jelaslah perbedaan yang terlihat antara kurikulum amerika dengan kurikulum Indonesia. Kurikulum Indonesia memfokuskan diri pada “hapalan”, sedangkan kurikulum Amerika mengedepankan “think for them selves”. Bagaimana menurut kalian?
gimana yaaa,, koment gak yaaaa ...
ReplyDelete