Ibu ku adalah orang yang paling aku sayang di dunia. Mereka bagaikan bunga yang paling indah diantara bunga-bunga lainnya. Pasti kalian bertanya-tanya kenapa “mereka”? ya kalian benar, ibuku memang lebih dari 1. Ibuku berjumlah 3 orang. Dan masing-masing dari mereka mempunyai keistimewaan jiwa dan kasih sayang yang tulus kepada anak-anaknya. Kenapa 3? Penasaran ya....
Yuk dengar cerita ku..
My first mom :
Mama yuli. Wanita yang tegar. Bagaikan lilin yang menerangi kegelapan seorang diri. Beliau adalah Ibu kandungku. Umurnya 33 tahun. Dia meninggal saat aku berumur 10 tahun. Ayahku dan mamaku dikaruniai 3 anak. Aku, hussen, dan rahman. Kami benar benar merasa kehilangan sosok ibu seperti beliau. Beliau tegar dalam menghadapi sakitnya, yang telah beliau rasakan selama 4 tahun. Sampai pada akhirnya sakit komplikasi jantung yang dideritanya tidak dapat ditahan lagi, sehingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Beliau meninggalkan kami dalam keadaan yang sangat tidak siap untuk menghadapi keadaan ini. Namun kami pun harus siap. beliau dikenal sebagai orang yang tegar dalam menghadapi masalah, beliau juga dikenal sebagai orang yang dermawan di lingkungan sosialnya. Ibu terbaik yang pernah aku punya.
My second mom :
Waktu berjalan terus. Kini umurku sudah mencapai 12 tahun. Sudah 2 tahun yang ku lewati tanpa seorang ibu. Ayah ku akhirnya menikah lagi dengan seorang gadis jawa. Mama nurul namanya. Umurnya 21 tahun saat dinikahi oleh ayahku. Walaupun tidak seperti mamaku tetapi dia punya keistimewaan nya sendiri dalam merawat aku, adik-adikku, dan ayahku. Dia sangat penyabar. Dengan umurnya yang masih terbilang muda, dia hebat. Karena mampu mengurus rumah tangga dengan duda beranak 3. Dia korbankan kehidupan muda nya untuk mengurus rumah tannga. Namun baru 5 tahun menikah dengan ayahku, badai telah menerpa. Semenjak mama yuli meningga kepribadian ayah berubah drastis. Dia masih merasa kesepian akibat kematian mama yuli. Beliau menjadi malas bekerja dan sering marah-marah tak karuan. Sifatnya menjadi keras hati. Mama nurul pun menjadi pelampiasan ayahku. Akhirnya mama nurul memutuskan untuk cerai. Ayahku tambah terpukul dengan peristiwa itu. Kami pun sebagai anak-anak merasa sedih karena harus kehilangan ibu untuk ynag kedua kali. Apalagi kami akan berpisah dengan 2 adik tiri kami. Ayah dan mama nurul dikaruniai 2 anak. Rohim dan haura. Mereka masih kecil dan lucu. Mereka berdua akhirnya ikut mama ke jawa. Setelah perceraian itu, kami menjadi tak karuan, usaha ayah sebagai agen minyak tanah pun akhirnya anjlok. Dan bisa dibilang kami bangkrut dan hidup pas-pasan. Karena harta kami habis untuk menutupi hutang ayah yang cukup besar. Mama nurul yang penyabar telah pergi dari kehidupan kami. Namun dia tetap menyayangi aku dan adik-adikku. Terbukti dengan hasil keringat beliau lah aku bisa duduk di sini, kuliah di universitas ini. Mama nurul lah yang membiaiku. Dia bekerja sebagai TKW di Taiwan. Beliau rela bekerja keras demi membiayai aku kuliah. Selain sabar, beliau adalah wanita hebat dan pekerja keras.
My third mom :
Kini aku beranjak dewasa. Umurku sudah 17 tahun. Di tahun 2010 hanya selang beberapa bulan ayahku menikah lagi. Aku dan adik-adik ku takut kalau ayanh akan mengecewakan calon mama kami yang ini. Tetapi kami sebagai anak tidak berhak melarang beliau untuk menikah lagi. Akhirnya ayah menikah dengan wanita berumur 34 tahun. Aku memanggilnya Ummi. Ummi wanita yang dapat menerima keluarga ku apa adanya. Sifat keras ayah akhirnya dapat ditaklukan dengan kesetiaan dan kesabaran ummi sebgai seorang istri yang baik. Kini dengan keadaan keluarga kami yang tidak sekaya dulu dan dengan keadaan ayah yang mengidap diabetes, beliau rela dan mau menerima itu semua dengan sabar. Ummi wanita bercadar yang lembut dan dapat, menerima kami dengan apa adanya. Kini kami hidup bahagia dengan kehidupan yang cukup dan sederhana.
Demikianlah 3 wanita hebat yang ada di kehidupanku. Merekalah teladanku. Aku bangga bisa menjadi anak mereka dan dapat di didik oleh wanita yang lembut, tegar, sabar, dan dapat menerima kekurangan orang lain dengan apa adanya. Aku sayang mama selamanya. Aku akan selalu menjadi anak kalian yang baik. Terima kasih ma, untuk segalanya. Untuk kalian yang mendengarkan cerita ini, sayangilah ibu kalian sepenuh hati kalian. Ibu adalah wanita mulia yang tak kan pernah pamrih untuk merawat kita. Beliau rela tersakiti jiwa dan raga nya saat mengandung kita. Hormatilah ibu mu , sayangilah dia. Kamu pasti akan merasa sedih yang teramat sangat jika ibu mu sudah tidak ada, meninggalkan kita untuk selamanya. Ingat Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): "Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak". (An Nisa’ : 36).
No comments:
Post a Comment